Sabtu, 15 Agustus 2015

CIRI PUBERTAS PEREMPUAN

Ciri Perempuan Pubertas 

Ciri sekunder seorang remaja perempuan sudah mengalami pubertas adalah sebagai berikut :
1.      Sel-sel lemak didistribusikan ke seluruh tubuh
2.      Payudara mulai menonjol
3.      Pinggul, paha, pantat mulai membesar
4.      Rambut tumbuh di area ketiak dan pubis
5.      Muka cenderung tumbuh jerawat
6.      Kulit lebih halus karena distribusi lemak
5 perubahan khusus yang terjadi pada pubertas :
1.      Pertumbuhan tinggi badan yang cepat( pacu tumbuh)
2.      Perkembangan seks sekunder
3.      Perkembangan organ organ reproduksi
4.      Perubahan komposisi tubuh
5.      Perubahan system sirkulasi dan system respirasi yang berhubungan dengan kekuatan dan stamina tubuh
Tinggi badan anak laki-laki bertambah kira-kira 10 cm pertahun, sedangkan perempuan kurang lebih 9 cm pertahun. Secara keseluruhan pertambahan tinggi badan sekitar 25 cm pada anak perempuan dan 28 cm pada anak laki-laki.
Pertambahan tinggi badan terjadi dua tahun lebih awal pada anak perempuan dibandingkan anak laki-laki. Puncak pertumbuhan tinggi badan pada anak perempuan terjadi sekitar usia 12 tahun, sedangkan pada anak laki-laki pada usia 14 tahun. Pada anak perempuan pertumbuhan akan berakhir pada usia 16 tahun sedangkan pada anak laki-laki pada usia 18 tahun. Setelah usia tersebut , pada umumnya pertambahan tinggi badan hamper selesai. Hormone steroid seks juga berpengaruh terhadap maturasi tulang pada lempeng epifisis. Pada akhir pubertas lempeng epifisis akan menutup dan pertumbuhan tinggi badan akan berhenti.
Pertambahan berat badan terutama terjadi karena perubahan komposisi tubuh, pada anak laki-laki terjadi akibat meningkatnya massa otot, sedangkan pada anak perempuanterjadi karena meningkatnya massa lemak.perubahan komposisi tubuh terjadi karena pengaruh hormone steroid seks. Perubahan komposisi lemak tubuh (metode Tenner)
Stadium Tanner
Presentase Lemak Tubuh
Perempuan
Tanner I
Tanner II
Tanner III
Tanner IV
Tanner V
Laki-laki
Tanner I
Tanner II
Tanner III
Tanner IV
Tanner V

15,7
18,9
21,6
26,7
26,7

14,3
11,2
11,2
11,2
11,2

Perkembangan seks Sekunder diakibatkan oleh perubahan system hormonal tubuh yang terjadi selama proses pubertas. Perubahan hormonal akan menyebabkan pertumbuhan rambut pubis dan menarke pada anak perempuan; pertumbuhan penis, perubahan suara, pertumbuhan rambut dilengan dan muka pada anak laki-laki, serta terjadinya peningkatan produksi minyak tubuh, meningkatnya aktivitas kelenjar keringat dan timbulnya jerawat.
Pada anak laki-laki awal pubertas ditandai dengan meningkatnya volume testis, ukuran testis menjadi lebih dari 3 mL,pengukuran testis dilakukan dengan memakai alat Okidometer Prader.  
Pembesaran testis umunya terjadi pada usia 9 tahun kemudian diikuti oleh pembesaran penis. Pembesaran penis terjadi bersamaan dengan pacu tumbuh.ukuran penis dewasa dicapai pada usia 16 sampai 17 tahun, bersamaan dengan puncak pertumbuhan tinggi badan. Rambut axila akan tumbuh setelah rambut pubis mencapai  P4, sedangkan kumis dan janggut baru tumbuh belakangan. Rambut aksila bukan merupakan petanda pubertas yang baik oleh karena variasi yang sangat besar. Perubahan suara terjadi karena bertambah panjangnya pita suara akibat pertumbuhan laring dan pengaruh testosterone terhadap pita suara. Perubahan suara terjadi bersamaan dengan pertumbuhan penis, umumnya pada pertengahan pubertas. Mimpi basah terjadi sekitar usia 13 sampai 17 tahun, bersamaan dengan puncak pertumbuhan tinggi badan. Pada anak perempuan awal pubertas ditandai oleh timbulnya breast budding atau tunas payudara pada usia kira-kira 10 tahun, kemudian secara bertahap payudara berkembang menjadi payudara dewasa pada usia 13 sampai 14 tahun. Rambut pubis mulai tumbuh pada usia 11 sampai 12 tahun dan mencapai pertumbuhan lengkap pada usia 14 tahun. Menarke terjadi dua tahun setelah awitan pubertas, menarke terjadi pada fase akhir perkembangan pubertas yaitu 12,5 tahun. Setelah menstruasi, tinggi badan anak hanya akan bertambah sedikit kemudian pertambahan tinggi badan akan berhenti. Massa lemak pada perempuan meningkat pada tahap akhir pubertas mencapai dua kali lipat massa lemak sebelum pubertas.
Stadium Pubertas
Proses pubertas terjadi secara berurutan dengan sekuens yang hampir sama. Secara umum tahapan pubertas tertera pada tabel:
Tahap Perkembangan Pubertas Anak pada Laki-laki Menurut Tanner
Tahap
Genitalia
Rambut pubis
Tahap 1
Tahap 2


Tahap 3



Tahap 4




Tahap 5
Prapubertas
Pertambahan volume testis, skrotum membesar, menipis dan kemerahan
Penis mulai membesar baik dalam panjang maupun diameter,volume testis dan skrotum terus bertambah membesar
Testis dan skrotum terus membesar, warna kulit skrotum yang makin gelap, penis makin membesar baik panjang maupun diameter
Bentuk dan ukuran dewasa.
Prapubertas, tidak ada rambut pubis
Jarang, sedikit pigmentasi dan agak ikal,terutama pada pangkal penis

Tebal, ikal meluas hingga ke mons pubis



Bentuk dewasa, tetapi belum meluas ke medial paha



Bentuk dewasa, meluas ke medial pubis

Tahap Perkembangan Pubertas Anak pada Perempuan Menurut Tanner
Tahap
Payudara
Rambut Pubis
Tahap 1
Tahap 2


Tahap 3
Tahap 4

Tahap 5


Prapubertas
Breast budding, menonjol seperti bukit kecil,aerola melebar
Payudara dan areola membesar, tidak ada kontur pemisah
Areola dan papilla membentuk bukit kedua
Bentuk dewasa, papilla menonjol, areola sebagai bagian dari kontur buah dada
Tidak ada rambut pubis
Jarang, berpigmen sedikit,lurus, atas medial labia

Lebih hitam, mulai ikal, jumlah bertambah
Kasar, keriting, belum sebanyak dewasa


Bentuk segitiga seperti pada perempuan dewasa, tersebar sampai medial paha


Tidak ada komentar:

Posting Komentar