Jumat, 09 September 2016

KERACUNAN SIANIDA


Sianida (CN) merupakan racun yang sangat toksik, karena garam sianida dalam takaran kecil sudah cukup untuk menimbulkan efek kematian pada seorang dengan cepat seperti bunuh diri yang dilakukan oleh beberapa tokoh nazi.

Kematian akibat keracunan CN umumnya terjadi pada kasus bunuh diri dan pembunuhan. tetapi mungkin pula akibat kecelakaan di laboratorium, pada penyemprotan (fumigasi) dalam pertanian dan penyemprotan gudang-gudang kapal.

SUMBER
Hidrogen sianida (asam sianida, HCN) merupakan cairan jernih yang bersifat asam, larut air, alkohol dan eter; mempunyai titik didih 26.5 derajat C sehingga mudah menguap dalam suhu ruangan dan titik beku 14 derajat C. HCN mempunyai aroma kas amandel (bitter almond, peach pit). HCN dapat dibuat dengan meeaksikan garam sianida dengan asam sehingga terbentuk HCN.

Garam sianida, NaCN dan KCN diapakai dalam proses penegrasan besi dan baja, dalam proses penyepuhan emas dan perak serta dalam fotografi. AgCN digunakan dalam pembuatan semir sepatu putih. K-Ferosianida digunakan dalam fotografi, Acrylonitrile digunakan untuk sintesis karet. Ca-Cyanimide untuk pupuk penyubur.

Cyanogen (C2N2) dipakai dalam sintesis kimiawi. sianida juga terdapat dalam biji tumbuh-tumbuhan terutama dari genus prunus yang mengandung glikosida sianogenetik atau amigladin; seperti singkong liar, umbi-umbian liar, temu lawak, cherry liar, plum, aprikot, amigladin liar, jetberry bush dll.

TANDA DAN GEJALA KERACUNAN
Pada keracunan akut racun yang ditelan cepat menyebabkan kegagalan pernafasan dan kematian dapt timbul dalam beberapa menit. dalam interval waktu pendek antara menelan racun sampai kematian, dapat ditemukan gejala dramatis, korban mengeluh rasa terbakar pada lidah dan kerongkongan, sesak nafas, mual, muntah, hipersalivasi, sakit kepala, fotopobia, tinitus, dan kelelahan.

Dapat pula ditemukan sianosis pada muka, busa keluar dari mulut, nadi cepat dan lemah, pernafasan cepat dan kadang tidak teratur, pupil membesar (dilatasi) dan refleks melambat, udara pernafasan dapat berbau amandel, juga dari mntahan tercium bau amandel. menjelang kematian, sianosis lebih nyata dan timbul kedut otot kemudian kejang-kejang dengan inkontinensia urin dan alvi.

Racun yang diinhalasi menimbulkan palpitasi, kesukaran bernafas, mual, muntah, sakit kepala, salivasi, lakrimasi, iritasi mulutdan kerongkongan, pusing dan kelemahan ekstremitas, kemudian kolaps, kejang-kejang, koma dan meninggal.

Pada keracunan kronik korban tampak pucat, berkeringat dingin, pusing, rasa tidak enak diperut, mual dan kolik, rasa tertekan didada dan sesak nafas. keracunan kronik CN dapat menyebabkan goiter dan hipertiroid, akibat terbentuk sulsosianat.

Calcium Cyanimide menghambat aldehida-oksidase sehingga toleransi terhadap alkohol menurun. gejala keracunan berupa sakit kepala, vertigo, sesak nafas dan meninggal akibat kegagalan pernafasan.



sumber: ilmu kedokteran forensik, FK UI