Kamis, 07 Juli 2016

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

PENGERTIAN
Apa itu hiperemesis gravidarum?
Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena keadaan umumnya menjadi buruk, karena terjadi dehidrasi.

ETIOLOGI (PENYEBAB)
Ngomong-ngomong soal penyakit ini, apa sih yang bisa menyebabkan kelainan ini terjadi?
sebenarnya penyebab pastinya belum diketahui. Namun kelainan ini terjadi pada 2 per 1000 kehamilan, dan banyak faktor predisposisi yang dapat dikemukakan, diantaranya:

  • sering terjadi pada primigravida (primi artinya pertama), mola hidatidosa (orang-orang sih menyebutnya hamil anggur), diabetes, dan kehamilan ganda (bahasa kerennya gemeli) karena kenaikan kadar HCG.
  • faktor organik, karena masuknya vili khoriales dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolik.
  • faktor psikologik; keretakan rumah tangga, kehilangan pekerjaan, rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan, dan sebagainya.
  • faktor endokrin lain; hipertiroid, diabetes, dan lain-lain.

GEJALA
Nah etiologi (penyebabnya) sudah, terus gejala yang timbul apa aja sih?
batas mual dan muntah berapa banyak yang disebut hiperemesis gravidarum tidak ada kesepakatan. ada yang mengatakan, bisa lebih dari 10 kali muntah, tapi bila keadaan umum ibu terpengaruh dianggap sebagai hiperemesis.
untuk lebih gampangnya, kita golongin aja menjadi 3 tingkat:
  1. Ringan; mual muntah terus menerus menyebabkan penderita lemah, tidak mau makan, berat badan turun dan nyeri epigastrium (ulu hati), nadi sekitar 100 kali permenit, tekanan darah turun, turgor kulit kurang, lidah kering, dan mata cekung.
  2. Sedang; mual muntah hebat menyebabkan keadaan umum penderitanya lebih parah: lemah, apatis, turgor jelek, lidah kering (dan kotor) nadi kecil dan cepat, suhu badan naik (dehidrasi), ikterus ringan, BB turun, mata cekung, tensi turun, hemokonsentrasi, oliguri (kencing sedikit) dan konstipasi. disisi lain bisa terjadi asetonuria, dan nafas bisa berbau aseton.
  3. Berat; keadaan umum udah jelek, kesadaran sangat menurun, somnolen sampai koma, nadi  kecil, halus dan cepat; dehidrasi berat, suhu badan naik, dan tensi sangat turun, ikterus. nah disini perhatikan apa ada komplikasi ke saraf pusat seperti ensefalopati wernicke dengan adanya nistagmus, diplopia, terus perubahan mental.

PENANGANAN
kalau sudah begini gimana cara menanganinya?
  • pencegahan, dengan memberikan informasi dan edukasi tentang kehamilan kepaa ibu dengan maksud menghilangkan faktor psikis. juga tentang diit ibu hamil, makan jangan sekaligus banyak, tapi porsi sedikit dan sering. jangan tiba-tiba berdiri sewaktu bangun tidur, akan terasa oyong, mual dan muntah. defekasi hendaknya teratur.
  • terapi obat, gunakan sedativa (luminal, stesolid), vitamin (B1 dan B6); anti-muntah (mediamer B6, Drammamin, Avopreg, Avomin, Torecan (bukan bermaksud promosi ya hehe)), antasida.
  • nah kalau sudah derajat sedang atau berat, sebaiknya dirawat dirumah sakit. diberi obat seperti tadi atau yang lainnya juga bisa, cairan infus sebaiknya yang mempunyai kalori tinggi (misalnya Valamin, Futrolit) karena kalori yang kurang kan asupan makanan juga kurang, bisa juga untuk mencegah kurang elektrolit. pada beberapa kasus bila tidak dapat dengan cepat memperbaiki keadaan umum penderita, dapat dipertimbangkan abortus buatan (tapi jarang banget, hampir ga pernah dilakuin, kan ada hukumnya juga bro).
SEKIAN ulasannya singkat bener bro?. kalau mau lengkap ya baca textbook atau jurnal (yang terbaru) hehehe. 
sama-sama belajar aja.